Keamanan Pangan Akibat Kontaminasi Mikroorganisme dan Mikotoksin

Di dalam Undang Undang No 7 tentang Pangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah pada Tahun 1996 dan Peraturan Pemerintah no 28 (2004) tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, telah disebutkan bahwa makanan yang beredar haruslah tidak membahayakan bagi konsumennya. Makanan harus terbebas dari bahan berbahaya, baik bahaya biologis, khemis maupun fisik.  Makanan tidak boleh mengandung toksin atau racun atau yang dapat merugikan atau membahayakan kesehatan bahkan jiwa manusia. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara produsen, konsumen maupun pemerintah sebagai regulator, monitor dan fasilitator. Masing-masing punya peranan sendiri-sendiri untuk menjamin makanan yang beredar maupun yang dikonsumsi adalah aman. Dampak gangguan terhadap keamanan makanan adalah kerugian ekonomis, gangguan terhadap kesehatan bahkan sampai meninggal dunia pada korban, berkurangnya produktivitas kerja maupun terancamnya status kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Di dalam paper ini akan disampaikan informasi tentang tentang cemaran bakteri patogen pada bahan makanan serta cemaran aflatoksin pada jagung dan kacang tanah. Data yang ditampilkan pada umumnya didasarkan pada survey yang telah dilakukan oleh Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada beberapa tahun terakhir ini bekerja sama dengan beberapa instansi.  Pada paper ini juga disampaikan pengendalian terintegrasi cemaran aflatoksin pada jagung dan kacang tanah, yang merupakan kerjasama dari berbagai pihak.

Full text download :

Keamanan Pangan Akibat Kontaminasi Mikroorganisme dan Mikotoksin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *