AFLATOXIN FORUM INDONESIA KE-5 (21 Desember 2010)
DOWNLOAD FILE PRESENTASI AFI-5 :
Badan Ketahanan Pangan (BKP) – Propinsi Jawa Tengah : Program Keamanan Pangan
Prof. Dr. Winiati P. Rahayu (Kepala Pusat Riset – BPOM) : Harmonisasi pengujian mikotoksin
Dr. Anna Rahmianna : Highlight hasil kerjasama ACIAR
Prof. Dr. Sri Raharjo : Past and future activities on aflatoxin control in foods : AFI-5 Dec 2010 sri rahardjo
AFLATOXIN FORUM INDONESIA KE 5
PEMBERITAHUAN
Dengan hormat,
Dalam rangka penyediaan kebutuhan pangan tidak hanya mengutamakan kuantitas produksi, namun juga harus menjaga aspek mutu dan keamanan pangan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya jagung, kacang tanah, dan rempah-rempah hingga saat ini masih mengalami masalah, yaitu antara lain terjadinya cemaran oleh aflatoxin. Cemaran tersebut telah dan akan terus menimbulkan ancaman bagi kesehatan konsumen dan kerugian bagi perekonomian di dalam negeri.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan Aflatoxin Forum Indonesia (AFI), maka Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian bermaksud menyelenggarakan AFI yang ke-5. Untuk itu kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 21 Desember 2010
Jam : 08.00-14.00 (WIB)
Tempat : Operation Room, Lt.2 FTP UGM
Acara : terlampir
Konfirmasi kehadiran mohon dapat dikirim melalui Fax : 0274-549650 atau HP 08122690013 (Prof. Dr. Endang S. Rahayu)
Atas perhatian dan kehadiran Bapak / Ibu diucapkan terima kasih.
Ketua Jurusan
Prof. Dr. Sri Raharjo
NIP 19630723 198603 1 001
NB : Panitia tidak menyediakan biaya transportasi
Download : Lampiran acara
AFLATOXIN FORUM INDONESIA KE 5
Laporan Peninjauan Lapangan “SEKELAN”
dilakukan tanggal 11 Februari 2010 di desa Sigedong, kecamatan Tretep, kabupaten Temanggung. Dipandu oleh staf BKP Jawa Tengah (3), staf BKP kabupaten Temanggung (2) dan penyuluh pertanian kecamatan Tretep (3).
Kondisi Lahan dan Pola Tanam
Lahan di kecamatan Tretep berupa lahan pegunungan yang tidak memiliki pengairan Kondisi lahan dan teknis. Daerah ini mempunyai ketinggian 1000 – 1200 m dpl dan suhu dingin. Pemanfaatan lahan terbagi menjadi dua kelompok fungsi yaitu untuk tanaman pola tanam tahunan (kopi dalam jumlah besar dan sedikit cengkeh) dan tanaman semusim terutama jagung pada awal musim hujan yang dilanjutkan dengan tanaman tembakau hingga musim kering. Di daerah kecamatan Tretep tidak dijumpai tanaman padi karena tidak ada pengairan teknis (penjelasan Camat Tretep). Beberapa petani mulai mengalihkan pemanfaatan lahan dari menanam tembakau ke kopi dan jambu biji. Menurut warga setempat untuk melestarikan pemanfaatan lahan yang baik demi anak cucu mereka.
DEGRADATION OF AFLATOXIN B1 BY Neurospora sp ISOLATED FROM ONCOM
Aflatoxin B1 (AFB1) is the most common mycotoxin found in foods in tropical countries like Indonesia. Aflatoxins are relatively resistant to common processing conditions. Detoxification would be the important step in food processing to reduce or eliminate AFB1. Microorganisms such as molds (Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Aspergillus oryzae) and bacteria (Flavobacterium aurantiacum, Lactobacillus, Propionibacteria) have been reported to degrade aflatoxins. Oncom is an Indonesian fermented food produced from mold fermentation of peanut press cake by Neurospora sp. After steaming, peanut press cake is inoculated with the mold. It is common that peanut have high contamination of AFB1, therefore research on the AFB1 degradation ability of mold used for fermentation is very important in order to minimize toxic effect of AFB1 in oncom
Author by :
Setyabudi F.M.C.S.2, Sardjono1, Böhm J.2, and Razzazi-Fazeli E.2
1 Faculty of Agricultural Technology, Gadjah Mada University, Indonesia
2 Department of Veterinary Public Health and Food Science , Institute of Nutrition, University of Veterinary Medicine, Vienna, Austria
Biodegradation of Aflatoxin B1 by Lactic Acid Bacteria Isolated from Moromi
Aflatoxin B1 (AFB1) is one of the important mycotoxins found in foods from tropical countries like Indonesia. Detoxification would be the important strategy to reduce or eliminate AFB1 since aflatoxins are relatively resistant to common processing conditions. Soy sauce, an Indonesian fermented product, is prepared in two steps. First step is mold fermentation by Aspergillus oryzae and A. sojae to produce “koji”, while second step involves “brine” or “moromi” fermentation by the salt tolerant lactic acid bacteria and osmofilic yeast. The lactic acid bacteria and osmophilic yeast have been reported to have the ability to decrease the concentration of AFB1 (El-Nezami et al., 2000). The objective of this study was to investigate the ability of salt tolerant acid-producing microorganisms from moromito degradateAFB1.
Author by :
Sardjono1, Setyabudi FMCS2, Böhm J2, and Razzazi-Fazeli E2
1Faculty of Agricultural Technology, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia
2Department of Veterinary Public Health and Food Science, Institute of Nutrition,
University of Veterinary Medicine, Vienna, Austria

